Kiat Menjadi Mayoret Lincah dan Mempesona

Menjadi seorang mayoret tentunya tidak mudah. Karena selain harus mampu mengatur barisan untuk baris berbaris, display maupun membentuk koreografi ia juga harus mampu memainkan tongkat dan memanfaatkannya sebagai alat untuk memudahkan tugas juga sebagai aspek penghibur dengan tari-tarian maupun atraksi. Berikut adalah kiat menjadi seorang mayoret yang lincah dan mempesona

Menjaga Kesehatan

Hal pertama, yakni menjaga tubuh dengan memperhatikan pola makan dan tidur yang baik dan benar. Jika kamu seorang mayoret, jangan pernah malas untuk berolahraga meskipun olahraga ringan. Karena seorang mayoret dituntut lebih energik dan lincah mengingat tugasnya yang bergerak aktif mengatur barisan dan tetap harus melakukan koreografi untuk menarik perhatian penonton.

Tampil Proporsional

Dalam hal ini seorang mayoret harus mampu tampil proporsional, yakni jangan memaksakan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Misalnya tampil dengan kostum yang berat dan tubuh tidak mampu menopangnya. Hal ini akan menimbulkan keribetan tersendiri saat pertunjukan. Pilihlah kostum yang sekiranya nyaman digunakan dan tidak berlebihan. Apabila ada koreografi yang sedikit atraktif maka lakukan latihan secara matang sehingga dapat meminimalisasi kesalahan dan kegagalan yang mungkin terjadi.

Interaktif

Seorang mayoret juga harus mampu melakukan komunikasi yang efektif. Baik dengan personil dalam barisan, penonton maupun dewan juri jika dalam suatu kompetisi. Komunikasi dengan barisan yakni mayoret harus mampu memberikan perintah atau aba-aba meskipun dalam symbol/ kode gerakan tongkat batonnya. Dia harus bergerak sigap dalam menertibkan barisan atau pertunjukan musik maupun koreografi yang tengah berlangsung. Komunikasi dengan penonton dan juri yakni, memberikan ekspresi yang baik seperti melemparkan senyum salam dan melakukan gerakan menghormati penonton serta dewan juri. Apabila dalam satu barisan drumband atau marchingband terdapat lebih dari satu mayoret maka mereka harus mampu berkoordinasi mengatur pertunjukan.

Tanggap dalam setiap Kondisi

Selain memastikan pertunjukan berjalan lancar, seorang mayoret juga harus tanggap dalam setiap masalah di lapangan. Menyesuaikan barisan dalam lapangan, mengatur permainan musik yang tengah berlangsung dan memastikan koreografi colour guard berjalan beriringan.

Selain yang telah dibagikan diatas tentu masih banyak lagi tips yang dapat dijadikan acuan untuk menampilkan pertunjukan terbaiknya bagi seorang mayoret. Karena setiap mayoret mempunyai tips dan trik sendiri untuk mengatur kemampuan tubuhnya masing-masing, demikian semoga dapat bermanfaat. Dan menjadikan drumband menjadi lebih menarik dengan kreatifitas generasi berikutnya.

TIPS MERAWAT ALAT MARCHINGBAND SUPAYA AWET

Marchingband tidak akan bisa berjalan apabila tidak adanya instrument. Karena instrument adalah hal yang sangat penting sehingga setiap anggota pemain marchingband wajib menjaga alat marchingband yang menjadi tanggung jawabnya. Supaya terhindar dari kerusakan serta alat selalu dalam keadaan bersih serta aman. Setiap marchingband umumnya mempunyai empat section antara lain yaitu brass, color guard, battery, serta PIT. Setiap section mempunyai alat yang berbada satu dengan yang lainnya serta untuk perawatannya pun berbeda. Berikut Tips Merawat Alat Marchingband Supaya Awet :

  1. Perawatan Alat Brass atau Instrumen Tiup

Umumnya instrument musik brass terdiri dari hight brass yaitu terompet dan mellophone, serta Low brass yaitu baritone, tuba, serta euphonium. Berikut tips merawat instrument musik brass :

  • Sebab instrument musik ini dimainkan dengan ditiup menggunakan mulut maka para anggota pemain dilarang makan ataupun minum ketika bermain kecuali mium air bening.
  • Ketika sesudah dan sebelum bermain minyaki piston serta lumasi trombhone slide.
  • Instrumen brass harus diletakkan serta disimpan dengan aman di sebuah ruangan dan jangan ditimpa dengan barang lain diatasnya.
  • Instrumen bass tidak boleh disentuh kecuali oleh tangan anggota pemainnya. Apabila alat yang sebagian besar terbuat dari tembaga ini disentuh secara sembarangan oleh orang lain tanpa memakai sarung tangan otomatis instrument tiup ini akan lebih mudah mengalami korosi
  • Ketika sudah selesai bermain bersihkan mouthpiece alay yang dipakai. Mouthpiece ialah aksesoris pada instrument tiup tempai player meletakkan bibirnya ketika meniup alat.

tips merawat alat marchingband

  1. Perawatan Bendera CG

Colour Guard umumnya mempunyai 3 alat yaitu flag, rifle, serta sabre. Berikut tips merawat Colour Guard :

  • Flag harus dijaga supaya tidak mudah sobek, terutama ketika menarik bendera yang masih dalam posisi tergulung.
  • Rifle serta Sabre tidak boleh berada didalam udara yang lembab serta terkena air supaya tidak jamuran.
  • Apabila busa pelidung rufle telah rusak atau hilang maka segera perbaiki maupun ganti baru.
  • Bendera harus segera digulung serta di masukkan ke dalam case apabila tidak dipakai dalam waktu yang lama. Apabila rifle serta sabre akan disimpan dalam waktu lama, maka letakkan dengan rapi serta teratur dengan posisi vertical.
  1. Perawatan Alat Battery

Alat battery biasanya terdiri atas snare drum,quentom,bass drum, serta marching cymbal. Berikut tips merawat Alat Battery :

  • Gunakan stik yang sesuai dengan alat yang digunakan serta hanya boleh dipukul pada membrannya saja kecuali marching cymbal.
  • Ketika memakai standing stand, pastikan adaptor masuk ke dalam batang stand. Apabila tidak dipakai jauhkan standing stan dari membrane agar membrane tidak rusak.
  • Apabila tidak dipakai marching cymbals harus terhindar dari air serta udara yang lembab supaya tidak berkarat dan alat ini tidak boleh diletakkan saling tumpang tindih.
  • Para pemain marching cymbal wajib menggunakan sarumg tangan sebab untuk mencegah keringat supaya tidak menempel pada alat, selain itu pemain harus selalu mengecek tali sabuk pada sumbu porosnya. Pastikan jangan sampai kendur maupun terlepas.

tips merawat alat marchingband terbaik

  1. Perawatan Alat PIT

PIT terdiri dari bell,xylophone, vibraphone,marimba,timpani serta aksesoris lainnya. Berikut tips merawat Alat Battery :

  • Hindari jalan bergenangan serta berbatuan untuk alat yang beroda.
  • Menarik alat tidak disarankan kecuali untuk mengarahkan laju serta jalan alat yang sedang didorong
  • Pastikan bahwa kamu beserta anggota lainnya cukup kuat mengangkat alat ini
  • Timpani dibawa dengan cara ditarik. Angkatlah dengan cara memegang kaki timpani serta hindari memegang membrane apabila timpani ingin diangkat. Tidak hanya itu timpani juga hanya dimainkan dengan mallet timpani.
  • Diatas alat ini hanya boleh menaruh partitur serta mallet

Saat membongkar alat, lepaskan perbagian, per alat. Simpan bagian yang dibongkar dalam wadah aman dan periksa kembali mur, baut, dan lain-lain.

  • Standing cymbaldisimpan dalam keadaan tidak terpisah dan dalam wadah yang aman.

FUNGSI TEROMPET, MELLOPHONE, BARITHONE, CONTRA BASS/TUBA, DAN TENOR HORN

  • FUNGSI TEROMPET, MELLOPHONE, BARITHONE, CONTRA BASS/TUBA, DAN TENOR HORON :

    BRASS

  • Terompet

Terompet dalam pertunjukan musik marchingband dipakai sebagai soprano, biasanya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian biasanya dalam aransemen musik marchingband fungsionalitas soprano dibagi menjadi 2 atau 3 kelompok untuk memainkan nada yang berbeda. Di negara Indonesia sendiri biasanya grup-grup atau kelompok kelompok marchingband memakai terompet bernada dasar B♭, tetapi terdapat pula grup-grup marchingband yang memakai terompet bernada dasar G.

  • Mellophone

Mellophone disini merupakan jenis instrumen musik tiup yang digunakan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penerapan mellophone didalam marchingband biasanya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang lebih banyak digunakan biasanya bernada dasar F, tetapi banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone mempunyai kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G maupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang biasanya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen mellophone tersebut.

  • Baritone Horn/Euphonium

Meski mempunyai fungsi yang sama dengan instrumen yang dipakai dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang dipakai dalam penampilan marching band sudah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya sudah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini dipakai untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang dipakai dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B♭.

FUNGSI TENOR HORN

 

  • Tuba/ Contra Bass

Tuba atau Contra Bass dipakai dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba ini terletak pada nada dasar yang dipakai pada instrumen music tersebut. Jadi apabila nada dasar yang dipakai pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, dan sebaliknya bila memakai nada dasar B♭ maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang dipakai dalam penampilan marchingband, instrumen ini sudah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Tetapi berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.

  • Tenor Horn

Tenor horn disini ialah jenis instrumen musik tiup logam dalam keluarga trombone tenor yang sudah didisain secara khusus untuk keperluan marchingband. Instrumen ini tidak memakai sistem geser tetapi memakai sistem katup untuk memainkannya, dan panjang dari instrumen ini lebih pendek dari trombone biasa dengan pipa suara yang memakai model lipat seperti yang terdapat pada instrumen musik tiup lain seperti : terompet, mellophone. Beberapa pabrik kadang-kadang memberi nama secara khusus untuk alat music atau instrumen ini, misalnya: dynabone. Biasanya instrumen tenor horn yang dipakai oleh grup atau kelompok marchingband di Indonesia memakai nada dasar B♭.

MANFAAT BERMAIN MARCHINGBAND

Marchingband bukan hanya sebagai pertunjukan saja yang bisa dinikmati suaranya yang khas serta gerakannya. Tetapi bermanin marchingband memiliki banyak manfaat yang diperoleh. Apa saja sih manfaat bermain marchingband? Yuk simak artikel berikut. Ada manfaat umum serta manfaat khususnya lhohh.

MANFAAT BERMAIN MARCHINGB AND

  • Manfaat Umum Bermain Marchingband antara lain :
  1. Keterampilan Musik

Untuk memperdalam dunia music , pemain marchingband dilatih memainkan musik dengan baik serta benar. Bukan hanya itu, para pemain juga diberikan pengetahuan tentang teori-teori marchingband sehingga pengetahuan  mereka tentang marchingband bertambah luas.

  1. Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri ini amat penting untuk seseorang dalam kehidupannya karena bermanfaat untuk menghadapi segala rintangan serta hambatan. Oleh sebab itu untuk pemain marchingband akan dibangkitkan rasa percaya diri mereka supaya tumbuh keberanian untuk tampil di depan orang banyak tanpa ada rasa grogi serta canggung.

  1. Kerjasama

Marchingband tidak berdiri sendiri, tetapi mereka dibentuk secara bersama-sama oleh sekelompok orang atau anggota. Para anggota marchingband tersebut juga tidak akan memainkan alat musik mereka secara asal-asalan. Mereka memainkannya dengan saling keterkaitan satu dengan yang lain supaya menjadi sebuah irama yang harmonis dan enak didengar. Maka dari itu mereka harus bekejasama satu dengan yang lain, memecahkan masalah dengan cara bersama-sama, serta saling membantu setiap ada anggota yang kesulitan.

  1. Kesehatan dan Kebugaran

Fisik yang dipakai saat bermain marchingband ialah saat baris-berbaris, memainkan alat musik, membentuk formasi maupun display, menari, dll. Maka dari itu setiap pemain harus memiliki kondisi fisik yang prima.

  1. Prestasi

Di dalam marchingband para pemain akan dilatih untuk mencapai suatu tujuan atau prestasi yang diingkan dalam kelompok tersebut. Sehingga para pemain diharuskan berlatih serta kerja keras agar  memperoleh kesuksesan bersama.

  1. Kepemimpinan

Dalam Kegiatan marchingband ini akan melatih kita suatu proses belajar bagaimana cara memimpin dan dipimpin. Supaya kelak ketika masa yang akan datang mereka sudah siap dengan jiwa kepemimpinannya yang dapat memimpin bawahan dengan adil serta obyektif.

  1. Loyalitas

Dalam bermain marchingband tentunya akan menumbuhkan rasa kesetiaan atau yang biasa disebut dengan loyalitas pemainnya. Mereka bukan hanya dilatih pada unit serta keluarganya tetapi terhadap pekerjaan serta perusahaan.

  1. Identitas Komunitas

Marchingband telah menjadi 1 identitas yang dipunyai para generasi muda. Mereka dikenal luas menggunakan cirri khas yang dimiliki oleh komunitasnya.

  1. Harga Diri

Karena dengan adanya prestasi, penghargaan serta penampilan tentunya dapat membuat para pemain marchingband mempunyai harga diri sebagai anggota tim sehingga dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.

  1. Kegembiraan

Para pemain marchingband mendapatkan kesenangan hati dari marchingband yaitu dapat berupa tari-tarian yang dimainkan, canda-tawa antar pemain saat istirahat hingga lelah tak dirasakan sampai keharuan dengan penampilan yang telah sukses dimainkan.

MALLET

  • Manfaat Khusus Bermain Marchingband antara lain :
  1. Keahlian dalam memainkan alat music yang didapat seseorang dapat dijadikan alat untuk meniti karir sebagai musisi professional maupun untuk memperoleh penghasilan sampingan.
  2. Di dalam lingkup sekolah dipakai untuk media promosi serta meningkatkan citraatau image nama baik sekolah.

 

 

KOMPETISI MUSIM SEMI DAN MUSIM PANAS MARCHING BAND

Pawai musim semi dan parade awal musim panas (atau street marching) popular di Midwest Utara dan Upstate New York, di mana suhu cukup moderat bagi siswa untuk jarak berbaris dalam seragam standar. Gaya penampilan beragam mulai dari marching blok tradisional hingga produksi yang rumit dengan pola bor yang berevolusi.

Beberapa sirkuit di Amerika Serikat terus mengadakan kompetisi lapangan selama bulan-bulan musim panas. Sama seperti drum corps, band-band ini berlatih dan tur penuh waktu sekitar sebulan dari pertengahan Juni hingga pertengahan Agustus. Sirkuit semacam itu termasuk Asosiasi Persatuan Band Pesaing Menengah-Amerika (MACBDA), dan sirkuit Organisasi Pemuda Katolik. MACBDA saat ini menjadi tuan rumah bagi lebih 20 grup pertunjukan lapangan musim panas yang secara aktif bersaing dari Amerika Serikat (Wisconsin, Illinois, Indiana, dan Michigan) dan Kanada (Saskatchewan dan Alberta). Sirkuit mensponsori 14 kompetisi acara lapangan setiap musim panas dan kejuaraan sirkuit bergaerak pada rotasi 3 tahun dari Calgary, AB, Kanada, ke Traverse City, Mi, ke daerah Southern Wisconsin / Northern Illinois.

Southern Wisconsin / Northern Illinois merupakan pameran marching band tahunan yang menampilkan pertunjukan oleh band-band HBCU. Tampaknya bertentangan dengan nama, “pertempuran” Honda bukanlah kompetisi dalam pengertian tradisional. Artinya, pemenang tidak dinobatkan selama acara. Sebaliknya, band-band bersaing untuk mendukung penonton satu sama lain, dan komunitas yang lebih besar. WAMSB (World Association of Marching Show Bands) merupakan organisasi internasional yang menyelenggarakan banyak kompetisi di seluruh dunia. Kejuaraan Dunia diselenggarakan setiap tahun di musim panas di negara yang berbeda. Negara tuan rumah sebelumnya termasuk Kanada, Brazil, Jepang, Malaysia, Denmark, Jerman, Italia, dan Australia. Peristiwa sanksi WAMSB terjadi di 32 negara. The Indiana Indiana Track Show Association mengadakan kontes di Indiana selama musim panas. Kejuaraan untuk CITSA merupakan kompetisi Indiana State Fair Band Day, yang diselenggarakan setiap bulan Agustus di Indiana State Fair.

KOMPETISI MUSIM GUGUR MARCHING BAND

Sebagian besar kompetisi marching band sekolah menengah terjadi di musim gugur saat mayoritas sekolah memulai kelas. Di Amerika Serikat, terdapat dua sirkuit kompetisi nasional di mana band dapat bersaing: Band of America dan Asosiasi Band Skolastik Amerika Serikat (USSBA). USSBA dibentuk pada tahun 1988 melalui bantuan dari Cadets dan Bugle Corps. Lebih dari 700 band SMA bersaing selama musim gugur dengan band-band dengan ukuran dan bakat yang sama. Setiap kompetisi menyediakan sekitar 40 hakim professional yang memberikan umpan balik tentang pemrograman dan desain acara. Pada akhir musim, 50 band teratas diundang untuk berkompetisi di Kejuaraan Skolastik Band AS, yang diselenggarakan di stadion perguruan tinggi atau professional.

Band Amerika merupakan sirkuit besar lainnya yang melalaksanakan beberapa kompetisi sepanjang musim gugur. Kompetisi termasuk Kejuaraan Regional, yang diselenggarakan di stadion perguruan tinggi di lokasi seperti Pennsylvania, California, Ohio, Texas, dan North Carolina, dan Kejuaraan Regional Super yang diselenggarakan di stadion NFL di kota-kota seperti Atlanta, Indianapolis, dan Saint Louis. Musim berakumulasi dengan penyelenggaraan Grand Nationals Championships, dianggap sebagai acara puncak untuk marching sekolah menengah. Grand Nationals berlangsung di Stadion Lucas Oil di Indianapolis, Indiana pada awal hingga pertengahan November. Acara tiga hari ini diakhiri dengan 12 band top scoring tertinggi, lebih dari 90 peserta yang berpartisipasi dan juga tampil di Grand National Finals pada sabtu malam. Karen persaingan yang ketat, dengan band-band yang bepergian ke acara dari seluruh negeri, banyak orang menganggap juara sebagai band marching terbaik di negara tersebut. Tidak ada kualifikasi untuk setiap acara Bands of Amerika, termasuk Grand Nationals. Hak masuk didasarkan pada yang pertama dating, pertama dilayani.

Banyak negara mempunyai sirkuit kompetisi mereka sendiri untuk kompetisi di sirkuit mereka. Beberapa perguruan tinggi menyelenggarakan kompetisi independen tahunan, dengan berbagai tingkat prestise, seperti Kontes Para Juara di Middle Tennessee State University, yang merupakan kontes band sekolah menengah terlama di Amerika Serikat. Untuk membuat kompetisi yang adil, band biasanya dibagi menjadi kelas atau divisi berbeda berdasarkan factor-faktor tertentu. Satu system klasifikasi popular menggunakan ukuran sekolah untuk membagi band-band yang bersaing. Ini merupakan metode yang dipakai oleh Bands of America, Asosiasi Musik Sekolah Negara Bagian Indiana, dan Universitas Interscholastic League. Sebagai alternative, jumlah anggota band menentukan kelas, dengan band terbesar adalah Divisi I, dan band-band kecil diklasifikan sebagai Divisi II, III, dan IV.

TIPS BERMAIN KEYBOARD UNTUK PEMULA

Sebenarnya untuk mengetahui cara bermain keyboard sangatlah mudah, anda hanya perlu meluangkan waktu unuk membaca teori, lalu mempraktekannya. Tips Dasar untuk bermain keyboard diantaranya :

  1. Posisi Tangan dan Jari Harus Tepat

Tips dasar bermain keyboard yang pertama adalah cara memposisikan tangan dan juga jari dengan tepat. Posisi tangan dan jari yang tepat ketika bermain keyboard adalah dengan membentuk tangan seperti tengah memegang telur. Tujuannya adalah agar kamu bisa mendapatakan kecepatan maksimal dalam bermain keyboard. Terlebih lagi jika lagu yang dimainkan nantinya memiliki tempo yang cepat.

  1. Mengenali Jenis Chord

Chord atau kunci nada pada keyboard terdiri dari beberapa nada yang ditekan dengan bersamaan. Setiap pemain keyboard haruslah mengetahui kombinasi-kombinasi nada yang membentuk setiap kunci nada ini. Chord dasar yang wajib diketahui adalah chord mayor dan minor seperti C, D G, A, F, Am, Dm, Em, dan lain sebagainya. Jika sudah menguasai chord dasar, selanjutnya perlu juga mengetahui chord augmented, diminished, mayor 7, minor 7 dan lain sebagainya.

  1. Melenturkan Jari-Jari Tangan

Para pemain keyboard pemula biasanya akan mengalami kesulitan ketika menekan dan memindahkan jari saat kali pertama belajar memainkan keyboard. Untuk menghilangkan ke kakuan tersebut perlu dilakukan latihan khusus untuk melenturkan jari dengan cara berlatih memindahkan jari dari satu chord ke chord lainnya secara rutin.

  1. Meletakan Jari Yang Tepat Saat Membunyikan Chord

Ketika kali pertama bermain keyboard, kamu haruslah mengetahui cara meletakan jari di atas tuts dengan benar. Hal ini perlu dilakukan agar dapat membunyikan chord dengan tepat. Kamu harus tahu nada-nada yang ada pada setiap tuts keyboard. Untuk chord dasar terdiri dari kombinasi tiga nada sehingga memerlukan 3 jari untuk membunyikannya. Untuk tingkat lanjut seperti chord mayor 7 memerlukan 4 jari untuk membunyikannya.

  1. Mempelajari Jenis Suara dan Menentukan Jenis Lagu

Seorang pemain keyboard haruslah mengetahui setiap fitur yang terdapat pada keyboardnya sehingga dapat menghasilkan suara dan juga musik yang diinginkan. Kamu dapat mempelajari fitur-fitur tersebut dari buku panduannya. Setelah itu kamu juga harus mencari dan menentukan lagu yang mudah dihapal. Dengarkan lagu tersebut dan coba kenali jenis musiknya, lalu carilah jenis musik yang mendekati atau sama dengan lagu tersebut pada keyboard.

  1. Bermain Dengan Tempo Lambat Terlebih Dahulu

Ada baiknya ketika anda baru saja belajar bermain keyboard untuk bermain dengan tempo-tempo lambat terlebih dahulu. Bermain lambat namun stabil akan lebih baik jika dibandingkan dengan bermain cepat namun berantakan. Kecepatan dalam bermain keyboard akan kamu dapatkan ketika kamu sudah dapat bermain dengan stabil dan juga seimbang.

  1. Latihan Rutin

Terakhir adalah kamu harus berlatih secara rutin. Berlatihlah setidaknya 30 menit hingga 1 jam setiap hari. Walaupun sebentar hal tersebut akan lebih baik jika dibandingkan dengan berlatih berjam-jam tapi hanya 1 minggu. Dengan berlatih setiap hari memungkinkan jari-jari kamu akan semakin lentur dan kuat.

Untuk memulai teori bermain keyboard bisa lihat penjelasan di bawah ini :

  1. Tips Teknik Pertama.

Anda harus belajar mengenal kunci nada, dari mulai nada mayor sampai dengan nada minor. Contoh: kunci nada C, Dm, Em, F, G, Am dan yang lainnya. Keterangan: “Apabila tertulis kunci nada C maka disebut sebagai kunci nada C mayor, sedangkan jika tertulis kunci nada Cm disebut dengan kunci nada C minor”.

  1. Tips Teknik Kedua.

Untuk teknik kedua anda harus mengenal bagaimana cara mengoperasikan dan mengetahui jenis suara yang dapat dihasilkan oleh alat musik keyboard.

  1. Tips Teknik Ketiga.

Untuk tips ketiga anda harus mengenal cara posisi jari tangan yang harus diletakan pada papan tuts nada yang berada pada alat musik keyboard.

  1. Tips Teknik Keempat.

Sedangkan untuk tahap ke empat, anda harus belajar senam jari, atau bisa juga disebut dengan fingering. Untuk belajar fingering, anda bisa melakukan dan meniru sama hal nya dengan fingering piano karena tuts papan nada keyboard sama seperti alat musik piano. Jika anda telah menguasai teknik fingering, maka jari jemari anda akan terasa lentur, dan sangat mudah untuk memulai mengenal kunci dasar keyboard.

  1. Tips Teknik Kelima.

Jangan dulu terburu-buru untuk mulai memainkan sebuah lagu. Tetapi, anda harus menguasi kunci dasar keyboard terlebih dahulu. Seperti hal nya dalam tahap keempat, papan tuts nada yang dimiliki keyboard sama seperti papan tuts alat musik piano. Jadi, kunci dasarnya pun sama dengan kunci dasar piano. Ini bukan mengenal seperti tahap ke satu, tapi ini menguasi dan menghapal kunci dasar keyboard.

Jika 5 teknik tersebut sudah anda kuasai, sebaiknya anda mulai belajar keyboard dengan memainkan sebuah lagu yang memiliki kunci nada yang standard dan mudah dihapal.

apabila anda ingin membeli peralatan musik drumband dan marchingband silahkan kunjungi website kami di www.jualmarchingbell.com

SEJARAH KEYBOARD

Alat musik keyboard mempunyai sejarah yang diawali dari bentuk fisik keyboard memang berbeda dengan piano pada umumnya. Bentuk keyboard biasanya terlihat lebih kecil dan lebih ringan serta memudahkan untuk dibawa. Tidak hanya bentuk, suara yang dihasilkan keyboard pun sangat berbeda dengan piano. Suara yang dihasilkan dari alat musik keyboard berasal dari manipulasi kunci-kunci, ada yang ditekan menggunakan jari ada juga yang dipijak menggunakan kaki. Susunan dari keyboard sendiri arahnya mengikuti logika, dari kiri nada-nada rendah ke kanan nada-nada tinggi. Kemudian susunan bass ke treble juga dari kiri ke kanan.

Alat musik keyboard sudah dikenal sejak zaman kuno. Namun awal tepatnya belum jelas. Dalam tangga nada barat disebut dengan diatonis, dan terbagi dalam 12 nada. Adanya nada penuh dan ada juga nada semi-tone. Pada alat musik keyboard, kedua kelompok ini biasa dibedakan dengan kunci berwarna terang dan gelap. Dalam sejarah alat musik keyboard, susunan deret kunci yang kromatik yang mencakup 12 nada muncul di Eropa pada abad ke 14. Pada awalnya, tutsnya masih dalam ukuran yang lebar. Satu tuts mempunyai lebar beberapa sentimeter, sehingga nada harmoni yang dihasilkan tidak banyak. Dalam sejarah alat musik keyboard di abad ke 16 baru muncul pembakuan tuts, ini berarti nada diatonik dapat dicakup dalam lebar satu tangan, sehingga musik harmonik pun dapat dihasilkan. Pada perkembangan ini pun kunci putih dan hitam sudah diciptakan.

Keyboard elektronik muncul di abad ke 20, dimana pertama kali dipasarkan oleh Laurens Hammond di Amerika Serikat di tahun 1935. Dan sejak saat itu mulai berkembang menjadi alat musik yang sekarang menjadi rajanya alat musik. Ini karena suatu orkes simfoni dari pulhan alat musik dapat dihasilkan oleh satu buah keyboard saja.

Di tahun 1962, seorang insinyur yang berasal dari Italia bernama Paolo Ketoff mengeluarkan alat musik yang disebut dengan Synket. Alat ini menghasilkan musik eksperimental yang bagi pendengar awam tidak begitu musikal. Dua tahun kemudian di Amerika, muncul alat musik yang diciptakan oleh Donald Buchla dan satunya lagi oleh Robert Moog. Alat musik milik Donald Buchla tidak menggunakan keyboard sebagai perangkat untuk memainkannya, namun dengan permukaan yang sensitif terhadap sentuhan. Sedangkan alat musik Robert Moog menggunakan keyboard sebagai perangkatnya, di sisinya dipasang alat pengontrol yang konvensional seperti tombol putar yang berfungsi sebagai volume dan juga untuk mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Alat musik ciptaan Robert Moog tersebut lebih memudahkan penggunaannya untuk mengalunkan musik tradisional dalam tatanan suara yang baru. Karya-karya dari J.S Bach dapat dimainkan oleh alat musik ciptaan Robert Moog yang dinamakan dengan Mini Moog. Saat itu, alat musik tersebut belum bisa memainkan nada harmonik, dan hanya satu nada yang dapat dimainkan. Dan alat musik ini pun menjadi populer sebagai pembawa melodi dalam musik pop. Musik rock merupakan yang pertama dalam mengadopsi alat ini ke dalam genre progressive rock pada band-band seperti Yes, Genesis, dan lain-lain.

Baru di tahun 1980 synthesizers dapat mengeluarkan suara harmonik. Yang pertama kali terkenal adalah Yamaha DX-7 yang keluar di tahun 1983. Peralatan ini merupakan pengembangan dari zaman Robert Moog dengan Frequency Modulation Synthesis yang dirancang oleh John Chowning dari Stanford University di Palo Alto, California. FM menghasilkan variasi timbre dengan cara mengubah frekuensi suatu gelombang dengan amplitudo gelombang lain yang proposional. Yamaha DX-7 memiliki kibor lima oktaf. Lebih dari 100.000 perangkat ini dijual Yamaha. Kemudian pada tahun berikutnya, Casio mengeluarkan CZ-101 yang menggunakan baterai untuk tenaganya dan memiliki empat suara dan mengikuti kemampuan synthesizer analog. Harga jual CZ-101 ini hanya seperempat dari harga Yamaha DX-7 hingga popularitas kibor elektronik menjadi sangat meningkat. Suara-suara bisa direkam. Hasil rekaman ini berupa gelombang nada yang diterjemahkan sebagai data digital. Data digital ini bisa diolah dan dibunyikan ulang dengan kontrol musikal. Ini yang disebut sampling instrument. Sampling ini telah menjadi bagian yang umum dalam instrumen kibor elektronik.

Sampling pertama dikeluarkan pada tahun 1970 oleh Fairlight Computer Musical Instrumen (CMI) di Sydney, Australia. Fairlight CMI adalah perangkat komputer umum dengan tambahan perangkat yang dapat merekam dan mengubahnya jadi data digital (digitize), kemudian menyimpan dan memainkan ulang pada instrumen kibor.

Kemampuan simpan dan memainkan ulang ini dikembangkan oleh Raymond Kurzweil pada tahun 1984 melalui perangkat yang disebut Kurzweil 250. Pada kibornya itu terdapat kode-kode digital dari suara grand piano, alat musik gesek (string), dan banyak lagi timbre alat musik orkestra. Alat ini selain ditujukan untuk penggunaan pertunjukan juga ditujukan untuk membuat komposisi. Kibor yang berkembang dengan kemampuan synthesizer polifoni dan sampling disebut workstation musikal.

Pada tahun 1983, beberapa manufaktur instrumen musik bersepakat untuk tata cara menggabungkan berbagai peralatan musik agar bisa bekerja dalam suatu perangkat komputer. Hasilnya adalah Musical Instrument Digital Interface atau MIDI.

MIDI menjadi cara untuk memerintahkan nada apa yang dimainkan dalam timbre apa, nuansa apa, dan seterusnya. Dengan perangkat komputer dan program yang sesuai maka dapat dilakukan seperti apa yang bisa dikerjakan pada workstation musikal yang canggih. Sekarang ini dunia pertunjukan musik selalu menyertakan instrumen ringkas kibor elektronik seperti ini.

Dan di era digital ini, dibanyak tempat pertunjukan sekarang ini, sangat tidak aneh melihat seorang pemain keyboard solo yang memainkan musik lengkap seperti sebuah band sedang bermain. Ada suara melodi gitar, pengiring piano, suara gitar bas dan derap drum. Inilah keyboard yang dinamakan multifungsi.

Alat musik keyboard yang didukung kelengkapan teknologi suara digital memang semakin dicari orang. Apalagi, instrumen dengan sederetan tuts itu kini bisa ditugaskan berlipat ganda. Keyboard dapat mewakili berbagai suara alat musik yang lain. Bakat bermusik bisa lebih ditunjang oleh perangkat yang multifungsi, yakni keyboard. Maka jangan heran bila yang berbelanja instrumen musik serbaguna tidak hanya dilakukan oleh para pekerja musik. Ini dikarenakan hampir setiap orang ingin menghasilkan musik yang indah atau enak didengar.

Tongkat Mayoret Drumband dan Marching Band

Mayoret merupakan penggerak paling utama di dalam pagelaran music Drumband dan Marching Band. Mayoret adalah seseorang yang menunjukkan aksi tari, ataupun gerakan di dalam pertunjukkan parade Drumband atau Marching Band dengan mempergunakan sebuah tongkat mayoret yaitu baton. Pada umunya mayoret diperankan oleh wanita, tetapi dalam perkembangannya peran mayoret bisa dilakukan oleh seorang laki-laki, biasanya ditemukan pada Drumband kemiliteran.

Pada awalnya peran mayoret adalah pembauran dari peran pemandu sorak yang kemudian dipraktekkan dalam penampilan parade Drumband untuk membuat seimbang dinamisasi pertunjukan dari kesan peran kaku pada barisan para pemain instrument music (pemain instrument music dan perkusi). Seorang mayoret bisa melaksanakan berbagai aksi dalam penampilannya seperti memutar-muatar tongkat bayonet, tongkat bendera, maupun melempar melempar baton. Terkadang mayoret melaksanakan aksi sulap, maupun atraksi lainnya agar menariki perhatian, contohnya kombinasi memainkan, memutar-mutarkan, lalu melempar hingga empat baton dengan bersamaan.

Peran mayoret di Indonesia di dalam sebuah permainan Drumband tidak terbatas fungsinya sebagai penari, mayoret sering melakukan peran sebagi pemimpin, pemandu barisan di dalam membentuk suatu formasi di dalam penampilan. Seorang mayoret terkadang bisa juga menggantikan fungsi pemimpin lapangan (Field Commander) di situasi tertentu. Di Indonesia, beberapa grup Marching Band masih mempergunakan mayoret sebagai salah satu bagian penampilan, tetapi pada kenyataannya penggunaan mayoret sudah mulai ditinggalkan.

Mayoret memiliki tongkat yang selalu dia bawa kemanapun pagelaran berlangsung sebagai tongkat komando pasukan Drumband dan Marching Band.       Tongkat mayoretv memiliki material produksi yang bermacam-macam, ada yang terbuat dari fiber, kayu, stainless atau pipa. Ukurannya pun disesuaikan dengan usia pengguna, baik TK, SD, SMP, atau SMA. Tongkat mayoret mempunyai beberapa jenis standart yang tingginya berkisar 150-170 cm tergantung dari penggunanya.

Biasanya baju mayoret menggunakan bahan satin yang jatuh dan juga berkilau, juga bahan yang menyerap keringat karena mayoret banyak melakukan pergerakan. Warna baju pun penggabungan beberapa warna yang senada agar baju terlihat cantik. Baju mayoret umunya lebih mewah dan mencolok dibanding baju pasukan, agar mayoret menjadi pusat perhatian dan menarik saat parade Drumband. Kostum mayoret bisa juga ditambah aksesoris lain seperti memakai topi yang senada dengan warna baju dan juga sepatu, bisa juga ditambah aksen bulu-bulu atau pernik-pernik lainnya.

Drum Major

Jika Anda pernah menyaksikan film The Patriot (2000), yang diperankan oleh Mel Gibson, tentu akan disuguhi dengan slot yang menampilkan marching band tengah memainkan alat musik di tengah-tengah peperangan. Aksi para personil marching band itu, nyatanya telah menjadi tradisi dalam peperangan sepanjang sejarah, tentu dengan alat musik yang berbeda. Salah satu aksi yang menjadi ikon dari marchingband adalah aksi dari Drum Major.

Drum Major atau yang bisa kita sebut dengan Komandan Lapangan adalah pemimpin dari suatu penampilan marching band yang diperankan oleh satu atau dua orang yang memimpin peenampilan di atas panggung ataupun podium. Tugas dari komandan lapangan adalah member perintah baik secara verbal, menggunakan isyarat melalui gerakan tangan, ataupun baton atas suatu gerakan dalam barisan, artikulasi suara, ataupun menjaga tempo dalam permainan. Pada penampilan parade dalam penampilan drumband maupun marchingband, peran komandan lapangan biasanya tergantikan oleh mayoret dalam drumband. Biasanya seorang komandan lapangan mengenakan seragam yang berbeda dari yang dikenakan oleh pemain lainnya, biasanya mengenakan seragam yang ornament dan aksesorisnya lebih mencolok sehingga menarik perhatian public.

Keberadaan komandan lapangan dalam marching band bermula dalam tradisi korps drum militer inggris pada tahun 1650. Kalangan militer saat itu umumnya melaksanakan instruksi ataupun berperang atas instruksi yang diberikan melalui isyarat dari komandannya, dan penampilan korps drum yang dipimpin oleh komandan lapangan bertugas memberikan instruksi-instruksi dalam bentuk isyarat kapada seluruh pemain.

Pada dasarnya, komandan lapangan korps drum militer bertanggung jawab atas:

  1. Pemberi instruksi pada seluruh pemain
  2. Disiplin militer atas seluruh anggota dalam korps drum
  3. Standar seragam dan aksesoris penampilan seluruh pemain
  4. Melaksanakan fungsi administratif korps
  5. Melatih dasar baris-berbaris militer, koreografi, dan gerakan pemain

Menjadi seorang komandan lapangan grup marching band itu tidak gampang. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Memiliki keberanian, energik, berpenampilan menarik, dan berprestai secara akademik. Selain itu, kedisiplinan dan rajin latihan harus selalu diterapkan, apalagi menjelang saat penampilan, karena trik dari atraksi dari Komandan Lapangan menjadi salah satu hal yang dinantikan penonton.